Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA), Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM, menyelenggarakan Kuliah Tamu Mata Kuliah Ilmu Usaha Tani. Kegiatan ini menghadirkan Theodorus Dedy Tri Kuncoro, S.Si., Direktur Utama PT Bhumee Artani Nusantara, yang membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai pembangunan pertanian berkelanjutan melalui pendekatan pertanian terpadu (integrated farming).
Mengangkat tema “Resign dari Bank demi Wujudkan Pertanian Berkelanjutan”, kuliah tamu ini memberikan perspektif inspiratif kepada mahasiswa mengenai bagaimana keberanian mengambil keputusan dapat menjadi titik awal untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Berbekal pengalaman yang sebelumnya berada di sektor perbankan, Dedy menceritakan perjalanan transformasinya menuju sektor pertanian dengan fokus pada pengembangan sistem usaha tani yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga memperhatikan keseimbangan ekologi.
Dalam pemaparannya, Dedy menekankan pentingnya penerapan konsep sustainable agriculture sebagai fondasi dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, pertanian masa depan perlu mengintegrasikan berbagai subsektor, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan, ke dalam satu sistem yang saling mendukung sehingga mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep integrated farming, yaitu pendekatan pertanian terpadu yang menghubungkan berbagai aktivitas produksi dalam satu ekosistem. Melalui pendekatan ini, limbah dari satu kegiatan dapat dimanfaatkan sebagai input bagi kegiatan lainnya sehingga tercipta sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Konsep tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Selain itu, narasumber menjelaskan bahwa pengembangan pertanian berkelanjutan memerlukan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian. Dengan dukungan inovasi dan sinergi lintas sektor, pertanian diharapkan mampu berkembang secara lebih adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa yang mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan pertanian terpadu, peluang pengembangan usaha di sektor pertanian, serta tantangan dalam membangun bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk memahami lebih dalam berbagai inovasi dan pendekatan baru dalam pembangunan pertanian.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk melihat bahwa pertanian bukan sekadar profesi, melainkan juga ruang untuk menciptakan perubahan yang berdampak luas. Kisah perjalanan narasumber dari dunia perbankan menuju sektor pertanian menjadi contoh bahwa passion dan purpose dapat berjalan beriringan dalam menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan yang berkelanjutan.
Kegiatan kuliah tamu ini sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15: Ekosistem Daratan. Selain itu, penekanan pada kolaborasi multipihak melalui pendekatan pentahelix juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Natasya Putri Alifia, S.P.
Admin Website Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM