Mahasiswa Program Studi Magister Ekonomi Pertanian (MEP) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, khususnya Kelas Kerjasama Sinergi Gula Nasional (SGN), melaksanakan kegiatan Widyakarya ke Thailand pada April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran akademik yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai transformasi rantai nilai tebu dan industri gula terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam konteks global.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan mengunjungi sejumlah institusi strategis di Thailand, antara lain Thailand Sugarcane Breeding Center (TSBC), Sugarcane and Sugar Industry Promotion Center, Thai Sugar Mills Corporation, serta New Krung Thai Sugar Mill and Ethanol Plant. Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung untuk memahami pengembangan industri gula modern yang didukung oleh integrasi teknologi, riset, penguatan rantai pasok, hingga diversifikasi produk turunan tebu.

Kunjungan ke Thailand Sugarcane Breeding Center memberikan gambaran mengenai pentingnya inovasi varietas tebu unggul dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Sementara itu, di Sugarcane and Sugar Industry Promotion Center, mahasiswa mempelajari bagaimana sinergi antara pemerintah, lembaga riset, industri, dan petani dibangun untuk mendukung pengembangan sektor gula yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi Thai Sugar Mills Corporation dan New Krung Thai Sugar Mill and Ethanol Plant untuk melihat secara langsung proses pengolahan tebu dari bahan baku hingga menjadi berbagai produk akhir, seperti gula, etanol, dan energi listrik. Dari kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai efisiensi industri, pemanfaatan limbah hasil produksi, serta strategi hilirisasi yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas tebu.

Selain menjadi sarana pembelajaran akademik, kegiatan Widyakarya ini juga membuka perspektif mahasiswa terkait penerapan teori ekonomi pertanian dalam praktik industri global. Berbagai pembelajaran mengenai teknologi, efisiensi logistik, diversifikasi produk, dan penguatan kemitraan dalam rantai pasok diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan industri gula Indonesia yang lebih inovatif, inklusif, dan kompetitif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa MEP UGM tidak hanya memperoleh pemahaman baru mengenai sistem agribisnis internasional, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka sebagai calon akademisi dan praktisi yang mampu berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian nasional, khususnya dalam mendukung percepatan swasembada gula Indonesia.
Kegiatan Widyakarya ini juga sejalan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab.
Penulis: Natasya Putri Alifia, S.P.
Admin Website Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM