Tim peneliti Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), berkontribusi dalam program KONEKSI (Knowledge Partnership Platform), kemitraan riset Australia–Indonesia yang berfokus pada penguatan sistem pangan sehat, inklusif, dan tangguh terhadap perubahan iklim. Kolaborasi ini melibatkan sembilan institusi dari Indonesia dan Australia, termasuk perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan organisasi kebijakan.
Tim UGM diketuai oleh Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D., dengan anggota Asih Kusumaningsih, S.P., M.Sc. dan Arif Wahyu Widada, S.P., M.Sc. Kegiatan riset ini juga melibatkan mahasiswa S1 dan S2 Departemen Sosial Ekonomi Pertanian sebagai asisten peneliti.
Dalam kolaborasi tersebut, tim Departemen Sosek UGM menjalankan dua kajian utama. Kajian pertama berfokus pada pemodelan dinamis produksi padi berkelanjutan di kawasan peri-urban untuk mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kajian kedua menganalisis niat penggunaan aplikasi MyINDAH Diet di wilayah urban dan peri-urban Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan pendekatan UTAUT2, dengan perhatian pada akses kelompok rentan terhadap layanan kesehatan digital.
Rangkaian kolaborasi ini turut dibahas dalam kegiatan bertajuk “Akselerasi Sistem Pangan Sehat dan Resilien: Mengintegrasikan Kebijakan, Inisiatif Lokal, dan Inovasi Digital” yang diselenggarakan di Hotel Mercure, Jakarta, pada 2 Juli 2026. Kegiatan tersebut mencakup lokakarya penulisan artikel ilmiah bagi peneliti serta dialog publik dan peluncuran aplikasi MyINDAH Diet.
Aplikasi MyINDAH Diet (INclusive DigitAl solutions for Healthy and Sustainable Diets and Food Security in Java’s Urban and Peri-Urban Food Systems) dikembangkan untuk mendukung sistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Aplikasi ini memiliki dua mode utama, yaitu mode petani yang menyediakan informasi cuaca berbasis lokasi, panduan budidaya, penggunaan pestisida secara presisi, dan pencatatan usaha tani, serta mode konsumen yang memuat informasi gizi, harga pangan, rekomendasi resep sehat, dan edukasi gizi seimbang.
Melalui keterlibatan dalam program KONEKSI, Departemen Sosek UGM memperkuat kontribusi keilmuan sosial ekonomi pertanian dalam menjawab tantangan sistem pangan. Kolaborasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan akses informasi gizi dan pola konsumsi sehat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama riset lintas institusi dan negara. Hasil kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kebijakan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan petani serta masyarakat.
Penulis: Natasya Putri Alifia & Asih Kusumaningsih
