Partisipasi mahasiswa Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA), Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam program internasional kembali menunjukkan komitmen dalam mendorong internasionalisasi pendidikan. Salah satu mahasiswa EPA angkatan 2022, Hosana Adel Ivory, berkesempatan mengikuti program pertukaran pelajar AIMS Fall 2025 yang diselenggarakan di Universitas Ibaraki, Jepang.
Program yang berlangsung selama semester ganjil tahun akademik 2025, yaitu pada September 2025 hingga Januari 2026, memberikan pengalaman akademik sekaligus kultural bagi peserta. Selama mengikuti kegiatan di Jepang, Hosana bersama mahasiswa lainnya dari Fakultas Pertanian UGM angkatan 2022 dan 2023 mengikuti berbagai perkuliahan yang difasilitasi oleh dosen Universitas Ibaraki, serta memperoleh tambahan wawasan melalui sesi pembelajaran bersama dosen tamu dari Universitas Tsukuba. Lingkungan belajar internasional ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta pemahaman terhadap isu-isu pertanian dalam konteks global.

“Melalui program ini, saya tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan internasional, tetapi juga bisa memahami langsung budaya Jepang dan bertukar perspektif dengan mahasiswa dari berbagai negara. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya, baik secara akademik maupun personal,” ungkap Hosana.

Tidak hanya dari sisi akademik, pengalaman tinggal di Jepang juga memberikan pembelajaran berharga terkait budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Interaksi dengan mahasiswa internasional serta komunitas pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPI Prefektur Ibaraki turut memperkaya perspektif sosial mahasiswa, sekaligus memperluas jejaring internasional yang relevan bagi pengembangan karier di masa depan.

Keikutsertaan dalam program ini melalui proses seleksi yang dimulai sejak Februari 2025. Setelah dinyatakan lolos, peserta melakukan berbagai persiapan administratif seperti pengurusan paspor, visa, dan dokumen akademik lainnya. Dukungan dari universitas asal maupun universitas tujuan menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran seluruh rangkaian kegiatan hingga keberangkatan pada September 2025.
Pengalaman ini tidak hanya menjadi capaian individu mahasiswa, tetapi juga mencerminkan kontribusi Departemen Sosek dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Program AIMS Fall 2025 sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis internasional, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan membuka akses bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman global dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama antar perguruan tinggi lintas negara. Dengan demikian, partisipasi mahasiswa EPA dalam program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengambil peluang pengembangan diri di kancah global.
Admin Website Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM