Panca Rahadi, S.P., mahasiswa Program Studi Magister Ekonomi Pertanian, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, berhasil meraih kesempatan mengikuti Erasmus+ Student Mobility Programme, sebuah program kolaborasi antara UGM dan Aarhus University, Denmark, yang didanai oleh Erasmus+ dari European Commission. Selama tiga bulan, Panca menjalankan kegiatan riset di Department of Environmental Science, Aarhus University, dengan fokus utama pada pengembangan penelitian tesisnya, bukan untuk mengikuti perkuliahan reguler.
Dalam program ini, Panca berada di bawah bimbingan bersama (co-supervision) dari Dr. Doan Nainggolan, Senior Researcher di bidang Environmental Economics, serta Prof. Peter L. Langen yang memiliki keahlian di bidang climate modeling. Melalui arahan keduanya, Panca mengembangkan pendekatan climatic-economic modelling untuk penelitiannya yang mengkaji keterkaitan antara fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan bencana alam terhadap kondisi makroekonomi. Proses ini memberinya banyak perspektif baru dalam merumuskan model yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga relevan secara kontekstual.
Selama berada di Denmark, Panca berfokus pada pengumpulan dan analisis data, serta aktif melakukan konsultasi dengan para pembimbing, baik di Aarhus University maupun di Indonesia. Meskipun terdapat perbedaan waktu hingga enam jam, bimbingan intensif tetap berlangsung bersama dosen pembimbing di UGM. Selain itu, Panca juga mengikuti iClimate Annual Meeting 2025, sebuah forum riset interdisipliner yang mempertemukan berbagai bidang ilmu seperti ekonomi, ilmu sosial, psikologi, fisika, kesehatan, hingga ilmu atmosfer. Dalam forum tersebut, Panca tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga berperan sebagai poster presenter untuk mempresentasikan proposal tesisnya. Presentasi tersebut memperoleh respons positif serta masukan konstruktif yang berkontribusi dalam penyempurnaan penelitiannya. Ia juga secara rutin mengikuti kegiatan Science & Soup, yaitu forum diskusi riset bulanan yang dikemas dalam suasana santai namun produktif.
Dari pengalaman internasional ini, Panca memperoleh sejumlah pembelajaran penting. Ia menyadari bahwa dalam penelitian ekonomi, penekanan tidak semata pada pemenuhan asumsi klasik dalam model ekonometrika, tetapi lebih pada bagaimana data mampu “berbicara” dan menjelaskan fenomena yang dikaji. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam memahami isu perubahan iklim yang kompleks. Pengalaman berada di lingkungan riset internasional juga memberinya perspektif baru terkait keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan (work-life balance), serta tantangan adaptasi terhadap kondisi musim dingin yang ekstrem bagi mahasiswa dari negara tropis.
Partisipasi dalam program ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga membuka wawasan global bagi Panca sebagai mahasiswa Ekonomi Pertanian. Pengalamannya mencerminkan kontribusi nyata terhadap beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan kolaborasi internasional, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penelitian yang mengkaji hubungan antara fenomena iklim dan dampaknya terhadap ekonomi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama antara institusi pendidikan lintas negara.
Sebagai penutup, Panca menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa Magister Ekonomi Pertanian UGM merupakan sebuah privilese dengan berbagai peluang internasional yang terbuka. Ia mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba dan memanfaatkan kesempatan yang ada sebagai bagian dari perjalanan akademik.
Admin Website Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM