Lombok Timur – Tim KKN-PPM UGM melaksanakan program Literasi Keuangan Usahatani sebagai langkah memberdayakan petani melalui pemahaman dasar tentang pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha tani. Program ini bertujuan agar petani mampu merencanakan, memantau, dan mengevaluasi kondisi keuangan usaha taninya secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, petani diperkenalkan pada pentingnya pencatatan hasil panen, biaya produksi, dan pengeluaran lainnya. Edukasi juga mencakup cara sederhana mengatur aliran kas, menghitung keuntungan bersih, hingga membuat perencanaan modal untuk musim tanam berikutnya. Tim KKN menghadirkan solusi praktis berupa rekomendasi penggunaan aplikasi pencatatan digital seperti RekTanigama, yang memudahkan petani dalam mengelola data keuangan secara rapi dan terstruktur.
“Petani yang melek finansial akan lebih siap menghadapi tantangan, mulai dari fluktuasi harga hingga kebutuhan modal mendadak. Literasi keuangan adalah langkah awal agar petani dapat mengatur hasil kerja mereka, bukan hanya bekerja keras di lahan,” ujar Hammam Arkan Halim, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Fakultas Pertanian UGM sekaligus penggagas program.
Program ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 – Tanpa Kemiskinan, SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, dan SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Dengan pengetahuan keuangan yang baik, petani diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mengembangkan usaha tani secara berkelanjutan.