Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (Sosek), Fakultas Pertanian UGM, turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Purnawisuda Sarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 26 November 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para lulusan program sarjana sebagai bentuk penghargaan atas capaian akademik yang mereka raih selama masa studi.
Pelaksanaan purnawisuda dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM dan diikuti oleh seluruh wisudawan sarjana dari berbagai fakultas di lingkungan UGM. Setelah prosesi utama tersebut, acara dilanjutkan dengan sesi kedua di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM. Agenda internal ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga para wisudawan, sehingga menciptakan suasana hangat dan penuh apresiasi bagi seluruh lulusan.
Pada periode ini, sebanyak 34 mahasiswa dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian mengikuti prosesi purnawisuda. Dari jumlah tersebut, 32 wisudawan berhasil meraih predikat kelulusan dengan pujian (cum laude), sementara 2 lainnya meraih predikat sangat memuaskan. Prestasi akademik para lulusan menunjukkan komitmen Departemen Sosek dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang sosial ekonomi pertanian.
Salah satu pencapaian membanggakan pada periode ini adalah diraihnya predikat lulusan terbaik oleh Rachelliona Dwinandani, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92. Selain itu, tiga mahasiswa EPA yaitu Ariadna Kesuma Az-Zahra, Achmad Syarifuddin Nur Said, dan Shoivaturrohmah dinobatkan sebagai lulusan tercepat tingkat Fakultas Pertanian, masing-masing menyelesaikan masa studi dalam waktu 3 tahun 11 bulan 2 hari.
Para wisudawan berasal dari dua program studi di Departemen Sosek, yaitu Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) dan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP). Wisudawan dari EPA meliputi:
Haris Sakti Yudha, S.P.; Fu’ad Nurrahman, S.P.; Gregorius Naralatu Dharana, S.P.; Bernado Catur Haryanto Pamungkas, S.P.; Ariadna Kesuma Az-Zahra, S.P.; Sukandri Abiyyu Hadiiq, S.P.; Nurholong Limbong, S.P.; Imam Adji Prakoso, S.P.; Achmad Syarifuddin Nur Said, S.P.; Muhammad Fathin Akbar, S.P.; Fakhry Ahmad Ahzami, S.P.; Diva Devina Prabawati, S.P.; Anggita Delawa Putri, S.P.; Gusnia Widafirdaus, S.P.; Neta Adzkiya Hamidah, S.P.; Shoivaturrohmah, S.P.; Elang Trias Pandegirot, S.P.; Salsabila Nur Dahlan, S.P.; Najmi Shafa Fadila, S.P.; Devira Putri Rahmalia, S.P.; Zaenatur Rizqiyah, S.P.; dan Rachelliona Dwinandani, S.P.
Sementara wisudawan dari PKP meliputi:
Dava Agustin Aurellio, S.P.; Siti Utami Dyah Hadiningsih, S.P.; Reyhan El Afif, S.P.; Galih Raka Siwi, S.P.; Putri Nurul Hidayah, S.P.; Irwanti Wahyu Dwi Utami, S.P.; Fandi Prasetyo, S.P.; Husna Difla Kejora, S.P.; Sarah Nur Anissa, S.P.; Sekar Yekti Rahayu, S.P.; Salma Zati Hulwani, S.P.; dan Adelia Putri Maharani, S.P.
Kegiatan purnawisuda berjalan lancar dan penuh kebahagiaan. Momen ini tidak hanya menjadi penutup dari perjalanan akademik para lulusan, tetapi juga menjadi titik awal bagi kontribusi mereka di dunia profesi, pembangunan pertanian, serta masyarakat luas. Departemen Sosial Ekonomi Pertanian menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama masa studi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan di masa depan.
Kegiatan purnawisuda ini juga memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan. Prosesi kelulusan yang menjadi penanda berhasilnya penyelenggaraan pendidikan tinggi berkualitas sejalan dengan SDG 4: Quality Education, yang menekankan akses terhadap pendidikan yang inklusif dan bermutu. Para lulusan yang siap memasuki dunia kerja sekaligus berkontribusi dalam penguatan sektor pertanian turut mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth, terutama dalam konteks penciptaan tenaga kerja terdidik dan peningkatan produktivitas. Selain itu, kehadiran sumber daya manusia baru di bidang pertanian dan ketahanan pangan berkaitan dengan SDG 2: Zero Hunger, karena mereka diharapkan dapat memberi kontribusi nyata pada pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh.
Penulis: Adhika Hafizh Prasada, S.P.
Admin Website Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM